Website Resmi BKPSDM Bolmong Selatan
Berita 24/05/2018

Emiten Kelas Kakap Kian Royal Bagi-bagi Dividen

Mayoritas emiten besar di Bursa Efek Indonesia membagikan dividen lebih besar dibanding tahun lalu kendati kinerja keuangannya tak sekinclong tahun lalu. (REUTERS/Darren Whiteside)

Jakarta, CNN Indonesia -- Mayoritas emiten yang masuk dalam daftar saham berkapitalisasi besar (big capitalization/big cap) di Bursa Efek Indonesia konsisten mengalokasikan sebagian laba bersihnya untuk membayar dividen kepada pemegang saham.

Dari 10 emiten terbesar di BEI, baru sembilan emiten yang menetapkan jumlah pembagian dividen dari raihan laba bersih 2017 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Delapan emiten itu, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Kemudian, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT United Tractors Tbk (UNTR). Sementara, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) belum memutuskan pembagian dividen.

Pembagian dividen 10 emiten terbesar. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi).

Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, mayoritas emiten memutuskan untuk menaikkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio). Emiten yang menaikkan rasio pembayaran dividen, misalnya BCA, HM Sampoerna, BRI, dan United Tractors.

Dalam hal ini, Telekomunikasi Indonesia dan BRI menjadi emiten yang paling tinggi menaikkan rasio pembayaran dividennya, yaitu sebesar lima persen.

Rasio pembayaran dividen oleh Telekomunikasi Indonesia naik menjadi 75 persen dibandingkan sebelumnya yang hanya 70 persen dari perolehan laba bersih.

Dengan begitu, perusahaan mengalokasikan laba bersihnya sebesar Rp16,6 triliun untuk membayar dividen kepada pemegang saham, setara dengan Rp167 per saham.